Mendungnya 2020

DUWARIBUDWAPULU! 
Kayaknya 15 huruf di atas nggak ada di KBBI deh. Absurd banget ih. Ehhh emang. Itu sebenarnya mau nulis 2020. Tapi di nyelenehin aja, 2020 itu emang nyeleneh, absurd, aneh, parah, emang kenyataannya begitu dan rasanya manusiawi kalau aku menobatkan tahun 2020 sebagai tahun TERGILA selama aku hidup. 

Udah banyak banget hal-hal yang nggak terduga mampir ke hidup aku sepanjang tahun 2020. Mendungnya tahun 2020 itu jelas berbeda banget sama tahun-tahun sebelumnya. Lebih banyak mendung di hati, hujannya dimata alias tahun ini sedih banget menurut aku. Betapa banyak yang berubah dan itu di rasakan oleh semua penduduk bumi. Pandemi covid-19 ini Allah jatuhkan nggak tanggung-tanggung. Menyinggahi bulan demi bulan sepanjang tahun 2020. Innalillah.. 

Aku mau cerita tahun 2020-ku temen-temen. 

Di Januari sampai pertengahan februari, aku selesai Kuliah Kerja Nyata (KKN) disalah satu Desa yang luar biasa banget. Karena pengalaman KKN itu berharga sekali, awal tahun 2020 jadi awal tahun yang bahagia dan waktu itu pandemi covid belum ada di Indonesia.

Pada pertengahan Februari, semua kampus mengedarkan perintah untuk meliburkan seluruh mahasiswanya karena antisipasi covid yg mulai merebak di Indonesia, di kampusku sendiri waktu itu hanya diberi waktu libur seminggu setelah membahas kontrak kuliah dan rencana-rencana belajar lainnya dengan dosen juga udah dibahas. Jadi pasca libur seminggu itu, kita akan balik lagi. Ehhh dan ehhh tambah ehhh lagi-lagi ehhh. Ehhh ternyata virusnya makin menyebar dan pemerintah membuat imbauan untuk #dirumahaja. Semester 6 ku pedih woy. Tidak ada presentasi di depan kelas, tak ada magang, tak ada ke perpus, tak ada kerja kelompok sambil makan-makan, tak ada nongkrong di MMTC, tak ada lari-lari saat terlambat ke kelas. Oh yeah, kita kuliah dari rumah saja. Oke. 

Di bulan Maret, kakak perempuanku menikah. Dan aku bahagia sekaligus sedih. Itu juga yang dirasakan kakakku. Di mana ia tidak bisa membuat pesta pernikahan seperti yang sudah direncanakannya. Waktu itu di beberapa daerah ngurus nikah ribet banget, yang pakai pelaminan langsung di gusur sama polisi, trus akadnya harus di kantor KUA dan itu cuma boleh dihadiri beberapa keluarga yang mewakili aja. Ya apalagi alasannya begitu karena covid. Tamu undangan juga dibatasi, kedua manten juga cakep-cakep dandan kudu pake masker. Nggak kelihatan lah gincunya😠 dan ahhhh banyak lagi deh hal-hal yang harus ngikutin protokol pemerintah terkait covid, udahlah yang penting nikah. SAH. 

Bulan April sampai Mei. Bulan puasa dan lebaran berdampingan dengan Corona. Asem banget. Beda banget suasananya. Baru kali ini lebaran rumah sepi kayak kuburan. Lontong sayur pun jadi kuyu. Kue lebaran bertahan sampai bulan September. Good: ") 

Bulan Juni waktunya UAS. Mengakhiri semester 6 yang absurd. Asli ya. Tugas kuliah daring 2 kali lipat dari kuliah luring. Temenku punya candaan, katanya nilai kuliah daring itu ditentukan oleh bagusnya jaringan atau tidak. Hahaha bener juga. Tapi Alhamdulillah jaringanku bisa dibilang normal lah meski aku tinggal di pinggir hutan. Namun sesekali juga kayak setan, bikin nangis kalau tiba-tiba ada meeting zoom jaringannya nggak ada. Pas presentasi lagi. Kan pengen tenggelem aja rasanya. Tapi Terima kasih 2020, IPK ku 4 juga akhirnya hahaha. 

Bulan Juli, Kamar kosku kebanjiran. Menelan kasur dan baju-baju yang berada di lantai. Untung aja bukan berkas kuliah, kalau iya dahlah kubur aja aku idup-idup. Ditinggal 6 bulan selama pandemi, buat kamar kos kayak kandang kudanil. Jorok dan sangat basah. Alhasil aku harus pindah ke indekos baru. Padahal itu kosan baru ditinggali cuma 2 bulan dan udah dibayar sampe setahun penuh loh ceunah🙂

Bulan Agustus, 17 Agustus lihat seremoni upacara bendera kek lucu gitu. Biasanya rame banget tamu undangan ke istana negara. Kini di rumah aja deh. Padahal sesi pengumuman baju adat terbaik paling ditunggu-tunggu. apalagi pas hadiahnya sepeda dari bapak presyiden: v

Dan bulan Agustus itu adalah bulan dimana hatiku patah, perasaanku hancur, cintaku tersayat. Orang yang aku cintai pergi: ") 
Ah sudahlah. Tidak usah dibahas. Itu akan membuatku tidak bisa melupakannya. 

September masih libur kuliah. Masih dirumah aja. Gak kemana-mana. Gak liburan. Cuma makan sampe gendut:v
Oktober, abangku menikah di kota Medan dan dia tinggal di Jakarta bersama istrinya. Selamat ya abang🖤
November, abangku yang satu lagi menikah di subang Jawa Barat. Aku dan keluarga menyusul ke sana. Senang juga naik pesawat untuk pertama kali dan ngelilingin beberapa ci. Cilegon, ciamis, ciputat, cilacap, dan ci ci ci lainnya. Alhamdulillah bisa janjalan ke Pulau Jawa meski cuma seminggu hahaha. 
Jadi dalam 2020 ini, anak mamah tiga yg menikah😂 ah mantap pemecah rekor 😂

Terakhir, Desember. 
Sudah pertengahan semester 7. Sudah mulai membuat judul skripsi, sudah aktif kuliah daring (lagi), sudah selesai kah mendungnya tahun 2020? Ternyata belum: ") 

Mari lanjut ke tahun 2021, ada yang bilang tahun 2021 adalah tahun 2020 jilid II: ") 
Semoga nggak (lagi). Ini masih tanggal 3 Januari. Semoga pandemi ini segera berakhir sempurna paripurna tak bersisa. Aamiin. 

Udah, sedih sedihnya udahan. Udah banyak dilewati juga, jangan stress jangan sakit sakit ya Ais (kataku padaku) 

#30haringeblog
#blogjanuari
#blogkedua
#mendungnya2020
#ambyarrr
#jangansedih-sedih
#semangatatuhNeng
#2021NikahYuk: ") 












Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menua

Pacar Aissy

Let's Say Alhamdulillah