Menjadi Penulis



Sebenarnya niatnya mau nulis tentang teman/sahabat aja seminggu penuh ini sesuai tema. Tapi liat tulisan ka enggar, salah satu partisipan di #30haringeblog tentang mimpi menjadi penulis, ah rasanya hari ini pengen nulis hal yang serupa. 

Penulis itu cita-citaku sejak kecil. Berawal dari kesukaanku membaca sejak TK, ayah dan kakak pertamaku rajin membelikanku buku bacaan seperti buku dongeng, komik, dan lainnya. Jujur, aku suka sekali membaca waktu itu. bahkan, majalah-majalah, novel-novel milik kakakku tahun 2000-an menjadi asupan. Senang melakukannya. Aku ingat juga saat pertama masuk madrasah ibtidaiyah ada lomba membaca teks sekecamatan. Aku juara kedua. 
Senang sekali rasanya dan tak dapat dilupakan. 

kelas 4 MI, aku ingat pertama kali aku menulis dialog untuk pelajaran bahasa Indonesia dan ditampilkan kedepan kelas. Kelompokku yang paling bagus. Sejak itu, aku terus menulis dialog-dialog yg kujadikan sebuah cerita. Aku menyebutnya naskah drama. Aku menuliskannya khusus pada sebuah buku tulis. Dan itu berlanjut sampai ke Madrasah Tsanawiyah. 

Di MTs, buku naskah dramaku tercipta dua dengan judul-judul yang berbeda. Di buku isi seratus lembar. Masing-masing naskah tersebut aku jadikan sebuah penampilan drama saat acara-acara di sekolah. Dan itu disambut dengan sangat baik. Naskah-naskah itu sering ku jadikan penampilan pada setiap acara-acara. Ya meski masih dikampung-kampung, ih dah mantaplah waktu itu hahaha😋. Bahagia rasanya menjadi aku waktu itu. Sangat. 

Hal itu juga berlanjut ke SMA, buku naskahku bertambah. Aku lupa tepatnya bertambah berapa. Beberapa tulisan aku tunjukkan pada teman-temanku, sebagian ada yang mengatakan sangat tidak menarik, sebagian lagi ada yang mendukung. Selain di dunia menulis, aku juga aktif di dalam dunia peran di sekolah. Mengikuti sanggar teater, mengikuti lomba teater bersama teman-teman, acap kali menampilkan musikalisasi puisi, dan semacamnya. Itu sangat menyenangkan sekali. Aku tak akan pernah bisa melupakannya. Oh ya, satu yang paling berkesan diantara dunia peran, aku pernah terpilih untuk mengikuti pelatihan teater sekabupaten selama 3 hari. Aku jadi sutradaranya, barengan sama kak wahyu Nizam (pemimpin umum lpmdinamika uinsu sekarang gaes)😂. Ah dulu dia sangat menyebalkan, mungkin sekarang masih😂

Sampai di sini, aku mau bilang kesedihanku tentang sebuah kehilangan. Aku kehilangan buku-buku naskah tersebut. Buku-buku naskah yang kutulis sejak Sekolah Dasar sampai masa SMA tak tersisa satupun. Entah kemana hilangnya atau aku sungguh lupa menaruhnya di mana. Buku kuning, buku bergambar beruang, buku hijau, buku Oranye, buku kuning panjang, dan lainnya. Itu semua buku-buku naskahku dengan puluhan judul di sana. Hanya ada beberapa naskah di masa SMA yang sengaja aku print dan sekarang masih aku simpan di dalam map biru. Aku sungguh merindukannya. Andai aku bisa mengulang waktu, ingin sekali aku menyimpannya baik-baik meski di makan usia. Aku sungguh merindukannya. Sangat. 😖

Besok, aku akan melanjutkan tulisan ini.. 


#30haringeblog
#blogjanuari
#blogkesembilan





Comments

  1. Dulu akutuh sering dpt komik dari susu danc*w. Gegara itu jd suka baca cerita. Terus SMP jg rajin nulis di buku. Wkwkw. Masih ada bukunya smpe skrg. Itu kejadiannya ga lama setelah kenalan sm Isma keknya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menua

Pacar Aissy

Let's Say Alhamdulillah